Mukhlis Rahman Melanjutkan Kepemimpinnya

 

tokoh inovator perubahan dan tokoh diplomat muda membangun kota pariaman

tokoh inovator perubahan dan tokoh diplomat muda membangun kota pariaman

 

Mukhlis Rahman untuk yang kedua kalinya dipercaya memimpin kota Pariaman untuk menyelesaikan bengkalai yang tertinggal dari program Visi dan Misi tahun 2008-2013

Sebagaimana kita ketahui dalam suatu pemerintahan yang dibutuhkan masyarakat agar aman sentosa hanyalah cukup Sandang-pangan, cukup papan dan aman, cukup kesehatan dan pendidikan.

bila hal ini telah terpenuhi maka kehidupan sudah masuk dalam katagori sejahtera namun untuk mencapai itu semua banyak terjadi sikut menyikut karena kesempatan untuk mendapatkannya sangat terbatas.

Mukhlis Rahman melalui Visinya telah menggores tinta emas dengan memberikan sandang dan pangan di pasca gempa 2009 kemudian mengaktifkan tungku tigo sajarangan dan memberdayakan ulama untuk memberi pencerahan dan ketenangan jiwa dikalangan masyarakat yang trouma isue tsunami.

Disisi lain melihat kondisi masyarakat yang serba labil dia memprogramkan pendidikan gratis bagi seluruh siswa -siswi dan bea siswa miskin bagi anak-anak yang memiliki kemauan diatas rata-rata hingga tamat SMA padahal pusat sendiri yang menjadi tulang punggung pembangunan daerah baru berbuat hingga SMP saja itupun tidak menyeluruh hanya terbatas bagi yang punya akses.(bila dipolitisir ke opini kiri)

dan di ujung jabatannya Mukhlis menelurkan dua kebijakan yang spektakuler dengan mengasuransikan seluruh masyarakat akan kesehatannya sehingga seluruh masyarakat kota paiaman yang memiliki KTP berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis pada jenjang rujukan di ruang kelas III atau dengan biaya aling tinggi 10 juta rupiah untuk satu kepala hingga sembuh dan memberikan asuransi pada nelayan kota pariaman yang riskan akan kecelakaan laut.

Dari seluruh program yang menjadi Visi dan Misi kota Pariaman untuk mensejahterakan masyarakat Mukhlis Rahman hanya menyelesaikan 75 % tugasnya karena untuk mensingkronkan visi misi tersebut membutuhkan tenaga yang super jenius.

Dia sudah melakukan berbagai lobby dan mengajak para investor asing agar mau menanamkan modalnya di Pariaman namun yang namanya bisnis tentu ada hitung laba rugi dan kapan uang kembali, kiranya setelah melihat kondisi pariaman mereka gentar dan akhirnya mundur takut uang mereka terbenam maka disini Mukhlis terus mencari akal untuk jalan keluarnya, dan ketika jalan itu dia temukan, masa jabatannya sebagai kepala daerah habis sehingga mau tidak mau dia harus melemparkan masalah ini ke masyarakat yang memilihnya dahulu.

Untuk itu Mukhlis menepuk dada dan bertanya selera masyarakat yang kiranya jawaban tersebut sependapat untuk menyuruhnya melanjutkan program tersebut hingga selesai, maka dia utarakanlah orang yang bisa menjawab tantangan itu ada pada anak yang hilang putra Pauh Pariaman yang larek dirantau seberang Genius Umar sang Doktor birokrat yang diplomat. yang memiliki akses dalam dan luar negeri sekaitan dengan jabatannya sebagai kepala bagian kerjasama antar parlemen (kerjasama Internasional) di DPD RI.

Gayung pun bersambut dimana masyarakat memberikan kepercaaan pada Mukhlis rahman dengan suara bulat dari 7 pasang kandidat dengan memperoleh 36 ,35 % suara.(Binjai)