Follow-up kader baru PMII Kota Pariaman

daniputra

Pariaman,PN.

Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi (PMII) Kota Pariaman memiliki tiga tanggungjawab yang harus diembannya. Tanggungjawab tersebut dijalankan seiring dengan proses perkuliahan yang harus dilaluinya.

Ketua  Forum Silaturrahmi Gerakan Mahasiswa Kota Pariaman (Fosgemap)  Rahmad Dani Putra mengungkapkan hal itu  pada  follow-up kader baru PMII Kota Pariaman, Jum’at (6/12/2013)  di sekretariat PC NU Kota Pariaman, jalan Siti Manggopoh Manggung, Pariaman.

Menurut Dani,  tanggungjawab pertama sebagai mahasiswa  harus menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dan pada waktu yang tepat. Jangan sampai falsafah “aktifis wajar menjadi “mapala” (mahasiswa paling lama) melekat  pada diri kader PMII Pariaman. “Falsafah tersebut hanyalah  pembodohan.  Mahasiwa bukanlah orang bodoh yang bisa menjadi korban pmbodohan,” kata Dani, mantan Ketua Komisariat PMII IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Kedua, kata Dani,  tanggung jawab sebagai muslim (Islam). Inilah ciri khas yang harus dibanggakan oleh kader PMII.  Kita bukan saja mahasiswa yang “abal-abalan”,  tetapi sebagai kader PMII  adalah mahasiwa yang punya ciri khas dengan manhajul fikr  ahlussunnah waljama’ah. Prinsip yang dikembangkan oleh ahlussunnah waljamaah ini adalah tasammuh dan tawazun. Ini  harus melekat dalam diri kader dan bisa menjadi pembeda antara kader PMII dengan yang lainnya.

Tanggungjawab ketiga, tambah Dani, adalah sebagai warga negara Indonesia. Pengalaman sejarah pada tragedi 1998,  membukti bahwa mahasiswa memiliki pera yang sangat urgen dalam negara ini. Di tangan mahasiswa tatanan perpolitikan negara Indonesia berubaha dalam seketika.

“Keberadaan mahasiswa yang berperan sebagai  agent of change dan agent of control  perlu menjadi perhatian  kader  pergerakan. Untuk itu, kader PMII Kota Pariaman harus mampu mengambil peran  di kota ini. Mampu menjadi pembeda di kalangan kepemudaan dan menjadi penggiring dalam setiap keputusan,” kata Dani menambahkan. (zaitun)