TBM Siti Baheram Sungai Pasak Terus Berbenah Diri

 

SISWA SEDANG DIRUANG TAMAN BACAAN

Pariaman,PN.

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Siti Baheram Desa Sungai Pasak Kecamatan Pariaman Timur (Partim), Kota Pariaman makin diminati pengunjung, terutama anak-anak sekolah. Banyaknya pengunjung ini menunjukkan tingginya minat baca masyarakat yang selama ini tidak tersalurkan. Masyarakat sulit mendapatkan tempat membaca yang mendorong minat baca.

Ketua PKBM Siti Baheram Evi Rozi yang mengelola TBM Siti Baheram, mengungkapkan hal itu Jumat lalu (6/12/2013) kemaren saat menerima kunjungan penulis buku Armaidi yang merupakan putra desa setempat dan Camat Pariaman Timur Alfian Harun SE, MM. Menurut Rozi, TBM ini sudah dirintis sejak tahun 2008. Namun bencana gempa 2009, sempat vakum. Tahun 2011 kembali diaktifkan agar masyarakat bisa memanfaatkannya. Namun demikian, TBM ini pernah pula

Saat ini, kata Rozi,  TBM  Siti Baheram  sudah memiliki 400 eksemplar buku dan lebih 200 eksemplar majalah. Dengan menempati ruangan 6 X 5 meter, TBM Siti Baheram, mulai ramai dikunjungi. Bila hari tertentu, TBM juga melayani pengunjung. “Kesulitan yang dihadapi belum tersedianya petugas yang rutin untuk bias melayani pengunjung pada hari kerja. Padahal cukup banyak orang tua murid PAUD yang bersebelahan lokasinya dengan TBM bias memanfaatkan waktu luang menunggu anak pulang sekolah. Sembari menunggu, ibunya bias membaca di TBM,” kata Rozi yang juga juara II Sekretaris Desa terbaik di Sumatera Barat ini.

Menurut Rozi, alasan mendirikan TBM ini adalah adanya minat baca masyarakat. Namun tidak ada wadah untuk mendorong minat baca tersebut. Suasana  santai, dipenuhi bahan bacaan, tersedianya layanan yang baik, dapat dipastikan mendorong minat baca  masyarakat. Walaupun di kantor desa ada pula perpustakaan, namun dikelola secara formal. Sehingga ada keengganan untuk membaca buku-buku di kantor desa tersebut.

Camat Pariaman Timur Alfian Harun,  juga terus mendorong TBM Siti Baheram berbenah dan dapat meningkatkan minat baca masyarakat di Pariaman Timur. “Dengan TBM ini salah satu upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat meningkatkan pengetahuan dan wawasannya. Jika selama ini sangat sulit masyarakat mendapatkan bahan bacaan, kini sudah ada TBM. Diharapkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan dan menggali ilmu pengetahuan yang terdapat dalam buku di TBM,” kata Alfian yang juga putra Sungai Pasak.

Sebagai penulis, Armaidi sebelumnya sudah menyumbangkan sejumlah buku. “TBM ini sangat penting artinya dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat. Belajar dari Kota Surabaya, masing-masing RW-nya (rukun warga), memiliki TBM. Termasuk di lingkungan khusus seperti perumahan, lingkungan kumuh dan pemukiman padat, TBM didirikan. Bahkan Pemko Surabaya menyediakan tenaga pengelola masing-masing TBM yang honornya dianggarkan melalui APBD,” kata Armaidi yang pernah mengunjungi beberapa TBM di Surabaya.

Dikatakan Armaidi, Pemko setempat sudah merasakan pentingnya TBM di lingkungan pemukiman warga. Walaupun Pemko Pariaman belum mengarah ke sana, minimal Desa Sungai Pasak sudah memulai merintis sebuah TBM.

Keterangan foto:

Armaidi didampingi Pengelola TBM Siti Baheram Evi Rozi, Kamis kemaren menyaksikan anak-anak yang ramai memanfaatkan buku-buku bacaan. (zaitun)