13 Tabung Gas Ditemukan Bocor di Kelurahan Batuang Taba

Foto:Ketua RW 03 Kelurahan Batuang Taba  Kecamatan Lubuk Begalung Kresna Ristrianda menunjukkan tabung gas  tidak layak pakai yang sudah dipisahkan dengan tabung yang belum diambil masyarakat.tabung gas bocor

 

 

Padang,

Penyaluran tabung gas elpiji 3 kg sebagai  konvensi minyak tanah bagi rumah tangga Kelurahan Batu Taba Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, ditemukan 13 tabung bocor dari 1.088 tabung yang disalurkan kepada masyarakat. Kebocoran ditemukan sebelum diserahkan kepada masyarakat, karena dites terlebih dahulu sehingga masyarakat yang menerima tidak kecewa.

Ketua RW 03 Kelurahan Batuang Taba  Kecamatan Lubuk Begalung Kresna Ristrianda, Rabu (11/12/2013), di kediamannya menyatakan,  penyaluran tabung gas elpiji di daerahnya  memang berbeda dengan kelurahan lain. Jika di tempat lain cenderung langsung diserahkan petugas kepada masyarakat. Padahal, ada yang ditemui tabung gas tersebut bocor dan tidak layak pakai. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah karena masih ada tabung yang belum diambil masyarakat ke kantor kelurahan.

“Kita tidak ingin masyarakat kecewa dan mengurangi resiko dari penggunaan tabung gas elpiji tersebut. Bayangkan, masyarakat yang umum ekonomi ke bawah, belum menggunakan kompos gas, mendapat bantuan tabung gas tersebut sangat membantunya. Namun, jika tabung yang diberikan tidak layak pakai, sehingga menimbulkan bencana seperti meledak dan kebakaran, maka akan menambah sengsara masyarakat. Ini sama saja menganiaya masyarakat,” kata  Ristrianda yang akrab disapa Adek ini.

Dengan alasan itulah, kata Adek, kami mentes kelayakan tabung dari kebocoran sebelum dibagikan.  Tabung yang ditemukan bocor, akan dibuat berita acaranya dan dikembalikan kepada Pertamina sebagai lembaga yang memasok tabung tersebut. “Kita berharap tabung yang bocor tersebut segera dapat diganti,” kata Adek yang juga Caleg PKB Kota Padang Dapil 3 (Kecamatan Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan dan Bungus Tekab) ini.

Lurah Batuang Taba Wilman Mukhtar, S.Sos mengakui ada tabung gas yang bocor dan tidak dibagikan kepada masyarakat.  Kita tidak ingin masyarakat menerima bantuan yang bermasalah atau yang akan mendatangkan bencana karena tabungnya tidak layak pakai.

“Dalam penyaluran gas ini memang koordinasi dengan pihak distributor yang tidak lancar. Informasi yang disampaikan kapan tabung gas tersebut sampai di kelurahan dan dibagikan kepada masyarakat yang tidak jelas. Sehingga menyulitkan  aparat kelurahan, RW dan RT dalam pendistribusian tabung ini,” kata Wilman.

Bayangkan, untuk membagikan 1.088 lebih tabung membutuhkan waktu 1 hari 2 malam di kantor kelurahan. “Yang menggembirakan kami, meski bergadang dan melelahkan, tidak sepersen pun dipunggut biaya dari masyarakat. Kami tidak ingin memberatkan masyarakat,” kata Wilman yang dijuluki Jokowil ini. ART