Pauhkambar Hilir Antisipasi Remaja ke Warnet, Aktifkan Sepakbola

Foto: Woles FC dengan Pelatih Adnan Rusli bersama pemain dengan Ketua Pemuda Anisman Koto,  Walikorong Pauhkamba Hilir Khaidir CH Koto dan tokoh masyarakat setempat, sesaat jelang latihan Selasa (17/12/2013).???????????????????????????????

Pauhkamba,

Pemuda Pauhkambar Hilir Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padangpariaman antisipasi kenakalan remaja dan tindakan kejahatan lainnya dengan mengaktifkan olahraga sepakbola dengan nama klub WOLES FC. Remaja kelahiran 1996-1998 merupakan kelompok terbesar yang antusias bermain bola.

Ketua Pemuda Korong Pauhkambar Hilir Anisman Koto mengungkapkan di sela-sela latihan sepakbola, Selasa (17/12/2013) di lapangan bola kaki setempat, untuk meningkatkan penguasaan teknik  di lapangan bagi anak asuh yang berminat, sengaja didatangkan pelatih. Namanya Adnan Rusli dari Persatuan Sepakbola Lembah Anai (PSLA) Padangpariaman. Di tangan Adnan Rusli, sudah banyak klub yang dibinanya meraih juara dalam berbagai iven pertandingan sepakbola di daerah ini.

“Jumlah pemaian yang rutin mengikuti latihan 21 orang yang berpendidikan tingkat SLTP dan SLTA. Sedangkan yang tingkat pendidikan SD, tingkat junior terdapat pula 28 orang. Latihan sepakbola ini dirintis sejak April 2013 lalu bersama Syafri Guci,” kata Anisman.

Menurut Anisman, latihan sepakbola ini tidak saja mengaktifkan kegiatan  olahraga dikalangan remaja, namun yang lebih penting adalah pembinaan remaja di daerah ini. Sebelumnya, mereka sering berkumpul-kumpul yang tidak jelas. Sehingga kemungkinan untuk melakukan hal-hal yang merusak dirinya bisa terjadi. Seperti dipengaruhi teman atau orang lain untuk menghisab ganja atau narkoba.

“Selain itu, dengan kegiatan sepakbola ini mereka tidak lagi nongrong ke warnet main internet. Karena sebagian besar remaja yang pergi ke internet tidak lagi memberikan dampak positif, namun lebih banyak negatifnya. Setidaknya, selama latihan sore hari mereka tidak pergi ke warnet atau main internet.  Artinya pengaruh negatif internet bisa diantisipasi,” kata Anisman didampingi Walikorongnya Khaidir Ch Koto.

Dikatakan Anisman, awalnya memang ada anggota masyarakat yang keberatan latihan sepakbola di lapangan yang berdampingan dengan laga-laga. Kuatir atap sengnya akan rusak diterjang bola. Namun setelah dijelaskan dan diberi pemahaman betapa pentingnya kegiatan ini untuk pembinaan remaja agar lebih baik, akhirnya semua sepakat mendukung kegiatan latihan sepakbola ini. Apalagi disaksikan antusias anak-anak bermain bola, masyarakat pun makin mendukung.

Hingga kini, kata Anisman, anak-anak ini sudah mengikuti dua turnamen. Masing-masing di Sikabu Ulakan Mei 2013 dan di Sicincin September 2013. Walaupun belum menjadi pemenang utama, namun mereka sudah puas bisa bertanding ke daerah lain.

Pelatih Adnan Rusli pun mengakui, setelah melihat permainan awal anak-anak tersebut, ternyata memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pemain yang berprestasi.  Anak-anak kelahiran 1996-1998, penuh antusias dan semangat berlatih, potensi besar meraih prestasi.”Sebagai pelatih, tinggal memoles saja sedikit. Mereka ini bisa jadi pemain yang dapat diandalkan dalam berbagai pertandingan,” kata Adnan Rusli pelatih sepakbola yang sudak akrab di persepakbolaan Padangpariaman.

Menurut Adnan, dari postur tubuh dan semangatnya bermain dapat dilihat potensi yang dimilikinya. Boleh jadi ada diantara mereka yang bisa diseleksi mengikuti turnamen tingkat propinsi maupun nasional. Tinggal sejauhmana mereka latihan dan diberi kesempatan untuk bertanding. (Binjai)