MANUSIA DAN NERAKA

Renungan 12 Januari 2018

Saya Tidak Bicara Agama Karena Saya Bukan Ustaz

dubalang Harimau Campo

Binjai Chan

Saya Hanya Bicara Kemanusiaan Yang Diajarkan Guru Saya

Kata Guru Saya; Allah Menciptakan Manusia Hari Ini Untuk Sumber Energy Kehidupan Yang Akan Datang

ini guru ku oke 1

Sebab Bahan Bakar Neraka Itu Adalah Manusia Dan Batu

Jadi Sudah Kodradnya Manusia Masuk Neraka

Makanya Dia Katakan Dunia Ini Fana.

Namun Demikian Allah Masih Memberi Pilihan Jalan Bagi Manusia Yang Tidak Ingin Masuk Neraka

Tetapi Hanya Sedikit Yang Mau

Mereka Lebih Memilih Kodradnya Sebagai Bahan Bakar Neraka

Allah Ciptakan Kehidupan Manusia Yang Serba Bisa Dengan Gejolak Jiwa Yang Sebebas-Bebasnya

Karena Gejolak jiwa yang Tidak Terkendali Inilah Yang Menjadi Sumber Energy Yang Tidak Habis Habisnya Bagi Api Neraka

Tetapi Mengapa Manusia Tidak Juga Mau Menyadari Dan Hanyut Akan Tipuan Gelora Hatinya

Bukankah Ini Berarti Sebuah Pilihan Olehnya Untuk Menerima Kodradnya Sebagai Bahan Bakar Neraka

Sejak 6 Tahun Lalu Saya Sudah Mendirikan Sekolah untuk kaum Duaffa Gratis PAUD NURUL ILMI Di Rimbo Dadok Padang Pariaman yang muridnya datang dari 3 Kecamatan (Sintoga-Nan Sabaris- Enam Lingkung)

Dan dalam 2 tahun ini telah pula mendirikan sekolah duaffa gratis dengan nama PAUD NURUL BAHARI di disamping pembuat kipang kacang Kelurahan Pasir Lohong Kota Pariaman

Semua Yang Saya Lakukan Adalah Sebuah Pilihan Untuk Merubah Nasib Agar Tidak Menjadi Bahan Bakar Neraka.

Kini saya Datang Padamu Tetapi Tidak Memaksamu Hanya Mengajakmu Untuk Bersama Mengentaskan Kebodohan Yang Menjadi Sumber Kemiskinan, Dimana Tujuan utamanya Untuk Mencegah Berlakunya Kalimat “Hampir-Hampir Umat Muslim Itu Kafir Karena Kemiskinannya” Sebab Kalau Kafir Berarti Sudah Menerima Kodrat Sebagai Bahan Bakar Neraka.

Apa yang saya lakukan ini pertama untuk saya sebagai syarat untuk tidak masuk neraka dan ketika saya ajak kamu untuk ikut bukan berarti mengurangi nilaiku atau bahkan menambah nilaiku sebab kata guruku “Allah tidak memandang rupa dan harta seseorang tetapi keiklasan jiwa melakukan amalan itulah yang menjadi tumpuan perubah jisim kita dari zat unsure bahan bakar neraka, Semakin tinggi keikhlasan jiwa kita semakin murni jisim kita dari unsure bahan bakar neraka.”

Dan tidak mengurangi apa yang engkau beri bahkan hitungannya dilipat gandakan menjadi sebuah kesatuan atau dibulatkan dengan nilai yang sama pada setiap individu karena dilakukan secara berjama’ah.

Coba bayangkan, sudah berapa usia dunia dan sudah berapa banyak manusia yang musnah sebagai bahan bakar neraka dan hanya berapa manusia yang tercatat berhasil menghindarinya dari masa ke masa.

Ternyata tidak sebanding bukan?

Karena apa?

Seperti kata guru saya tadi api neraka harus hidup dan bahan bakarnya adalah manusia dan batu lantas bagaimana dengan Iblis, seitan dan beberapa Jin yang juga masuk neraka ?

Kata Guru saya : “itu adalah dunianya sehingga tidak ada penyesalan bagi mereka ibarat gulai tatunggang ka nasi.

Lebih jauh kata Guru saya ” itulah sebabnya ketika manusia meminta pertanggung jawaban seitan akan godaannya maka seitan berkilah, saya hanya berbisik dihatimu, bukankah yang melakukan adalah kamu dan itu adalah pilihanmu, Saya sama sekali tidak berada dipihakmu.”

Nah kalau sudah begini siapa yang disalahkan?

Kata guru saya: tidak ada yang salah dan tidak ada yang disalahkan, sebab hidup adalah kodrad, sementara cara menjalani hidup adalah pilihan dan setiap individu telah diberi pencerahan kesempatan memilih yang kiri atau yang kanan. Bila Memilih Yang kiri berarti kamu memilih menerima kodrad jisimmu sebagai unsure positif yang kata lainnya sebagai bahan bakar api neraka tetapi bila engkau Memilih yang kanan berarti engkau harus merubah unsure jisimmu menjadi unsure negative, dan perubahan ini hanya bisa dilakukan dengan keikhlasan prontal kalau istilah agamanya tobat nasuha.

Adapun unsure positif dengan unsure negative tidak akan bisa bersatu sebab bila bertemu akan menimbulkan aksi yang mengakibatkan adanya reaksi. Dan Allah telah menyelesaikan itu di dunia terkecuali Dia berkehendak lain nantinya.

Nyatalah disini Allah sama sekali tidak mementingkan manusia,

Tetapi Manusialah yang harus mementingkan dirinya sendiri Untuk pilihan yang Diberikan padanya.

Sebab bagi Allah rahmatNya menyeluruh pada seluruh ciptaannya termasuk Iblis dan Malaikat.

Untuk itu jangan engkau merasa Jumawa sebagai manusia yang katamu sudah berkecukupan, padahal apa yang engkau miliki adalah bagai sebutiran debu dari ragam debu makhluk ciptaan Tuhan di jagat raya ini dan engkau tidak mengetahuinya kecuali sedikit.” Demikian ujar Guru saya.

Hal ini saya katakan bukan karena ria melainkan hanya karena wajib menyampaikan sebagai hutangku pada tubuh ini yang diamanahkan pengetahuan walau sedikit namun harus disebarkan kalau tidak ingin di azab oleh ilmu itu sendiri.20170804_154549

cSMAN1i juara 1 mading tk SumbarWassalamu’alaikum…