ULAMA PATTANI KUNJUNGI PARIAMAN

Dalam rangka silaturahim umat islam sedunia, Ulama Syatariah Pattani Thailand kunjungi Padang Pariaman untuk melaksanakan pertemuan silaturahim balasan yang dilakukan ulama Syatariah Padang Pariaman Tahun silam ke Pattani Thailand.
Ulama yang datang itu antara lain Baba Abdul Rasyid Tuan Kaji, Baba Abdul Karim, Baba Mad Mawi, Baba Nik Abdullah Sae Bin Hayeeloh.
Kedatangan mereka disambut dengan acara Zawiyah Al Massa yaitu membaca Al Quran sampai khatam.
Masya Allah ribuan massa berkumpul membaca Alquran, mereka berkelompok dimana perkelompok itu memiliki peserta 30 orang dan tiap peserta membaca 1 juz.
Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengatakan ini adalah peristiwa baru di Pariaman Sumbar Indonesia membaca Alquran secara beramai-ramai.

“bayangkan ada ribuan masyarakat memadati lokasi Darul Ikhlas Lubuak Tajun pimpinan Alm. Abuya Zubir Unku Kuniang Bin Haji Syamsuddin ini dan semuanya membaca Alquran, kalau kita genapkan saja 1000 orang mereka di bagi 30 orang perkelompok maka ada 34 kelompok jadi dalam sekali khatam massa menamatkan Alquran ada 34 kali khatam Alquran, ini sangat luar biasa jadi saya harap kegiatan ini bisa di lestarikan karena dengan kegiatan Zawiyah ini insya Allah daerah kita akan dilindungi Allah dan terhindar dari bencana” ujar Suhatri Bur
Baba Abdul Karim dalam ceramahnya mengatakan pertemuan membaca Alquran seperti ini tidak ada di Propinsi Pattani bahkan di Thailand yang ada adalah musyabaqah tingkat anak anak saja.
“orang tua diwajibkan membaca Alquran tetapi bukan hanya sekedar baca melainkan mengamalkan kandungan isinya”.
Baba Mat Mawi mengajak Umat realistis dalam menilai sesuatu.
“ibarat cerita orang membawa kereta keranda mayit di hujan lebat, maka sangkin lebatnya orang tadi masuk kedalam keranda ketika keranda melalui kompleks keramaian orang tadi menjulurkan tangannya keluar yang tujuannya untuk merasakan apakah hujan sudah reda atau belum, bagi orang yang ada dikeranda perbuatannya biasa saja tetapi bagi orang lain yang melihat akan sangat luar biasa karena mereka menyangka yang menjulurkan tangan itu adalah mayit, nah itulah pentingnya kita mengenal dan memahami isi kandungan Alquran agar kita salah sangka”.
Dedi Edwar salah seorang tokoh muda Syatariah yang ikut andil menggelar acara penyambutan Ulama Pattani ini mengatakan bahwa inilah salah satu cara menyatukan umat Islam khususnya aliran Syatariah sedunia, insya Allah acara ini diikuti oleh daerah daerah di negara lain sehingga keberkatan Alquran dapat menyelamatkan umat setempat.
acara Zawiyah ini dilaksanakan selesai magrib di Pesantran Darul Ikhlas Lubuak tajun Pakandangan. (Bj)